Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Minggu 11 Oktober, duel Petani vs Bumdes. Tarung panas perebutan gelar Raja Kutik di momentum Final Bumdes Cup 2020


PurwakartaOnline.com - Imbas turnamen sepakbola di Desa Pusakamulya Kecamatan Kiarapedes, petani menantang duel tanding kepada pemain Bumdes FC. Hari ini (4/10/2020) telah disepakati bahwa hari Minggu depan (11 Oktober 2020) mereka akan bertarung.

Duel tanding antara Petani FC melawan Bumdes FC pun akan dilaksanakan di Pusaka Stadium, Cikubang. Dijadwalkan akan dilangsungkan pada pukul 14.00 WIB, tepat sebelum berlangsungnya pertandingan final BUMDes Cup 2020 Desa Pusakamulya.

Kronologi perseteruan

Desa Pusakamulya melangsungkan turnamen sepakbola internal warga desa, sebagai kegiatan hiburan akibat tekanan pandemi covid-19 yang melanda muka bumi. Dari 10 klub, BUMDes FC menjadi tim yang pertama angkat koper, kemudian disusul oleh klub Petani FC.

Entah bagaimana awalnya, manajer dua klub paling awal tersingkir ini terlibat perbincangan di pinggir lapangan, yang berujung saling menantang untuk bertanding. Akhirnya disepakati kedua klub tersebut bertarung secara jantan dan akan minta izin panitia Turnamen BUMDes Cup 2020 agar mereka bisa bertanding di Final BUMDes Cup 2020 Desa Pusakamulya.

Zaenx, manajer Petani FC membenarkan mengenai isu panas yang berkembang. Ia pun menyatakan telah menyiapkan jas dan dasi agar tampil necis saat menjadi manajer di pinggir lapangan.

"Betul, memang seperti itu. Kami (dengan BUMDes FC) telah menyepakati hari Minggu (11/10/2020) akan jadi pembuktian siapa yang berhak atas Gelar RAJA KUTIK," ujar Zaenx (4/10/2020).

"Saya sudah siapkan jas dan dasi, saya akan jadi minijer Petani FC, membantu tim dari sisi lapangan. Kami para petani, memiliki fisik yang kuat untuk membabat belukar di hutan," lanjut Zaenx, tidak jelas.

Perebutan Gelar Raja Kutik

Jika dalam permainan tradisional sunda, bernama panggal (gasing) ada istilah kutik. Kutik adalah sebutan bagi pemain yang berada di kasta terendah. Petani FC dan BUMDes FC ini merupakan dua klub terkutik, maka pertandingan dua klub ini adalah pertarungan yang akan menasbihkan siapa yang berhak atas gelar RAJA KUTIK!

Lebih lanjut, Zaenx mengungkap motif dari duelnya dengan Bumdes FC. Ia dan manajer Bumdes FC berkeingingan untuk bertanding di final. Padahal seperti kita ketahui, dua klub ini menjadi dua klub paling awal tersingkir.

"Pokoknya kami ini ingin bermain di final (Bumdes cup), meskipun kami sudah tersingkir. Itu saja!" terang Zaenx.

Petani FC libatkan pemain PS-2

Untuk menghadapi duel panas melawan Bumdes FC, Petani FC disebut-sebut telah menyewa seorang penggemar Playstation 2. Dimaksudkan untuk memberikan masukan-masukan bagi manajer dalam meracik formasi.

"Dari masukan pemain PS-2, kami akan gunakan formasi 6-3-1. Formasi ini sesuai dengan stok pemain kami, disesuaikan karakter pemain yang ada," tutur Zaenx.

Berikut adalah perkiraan formasi yang akan digunakan Petani FC dalam memghadapi BUMDes FC pada hari minggu, berdasarkan bocoran info dari salah satu pemain kunci di Petani FC.

Perkiraan formasi Petani FC

Dapat disimpulkan hari Minggu nanti (11/10/2020) akan diperoleh dalam BUMDes Cup 2020 dua gelar, pertama juara BUMDes Cup 2020, kedua diperoleh tim dengan gelar Raja Kutik 2020! (*)