Islam dan Piala Dunia 2026: Persentase Populasi Muslim di 48 Negara Peserta, Siapa Terbesar?
![]() |
| Timnas Maroko 2026 |
Belakangan, media sosial ramai membahas isu yang mengaitkan sepak bola dengan Islam. Misalnya, beredarnya klaim bahwa Erling Haaland menjadi mualaf atau anggapan bahwa Kylian Mbappe beragama Islam. Namun hingga kini, berbagai informasi tersebut tidak memiliki konfirmasi resmi dan banyak beredar tanpa sumber yang dapat diverifikasi.
Bahkan, video yang diklaim memperlihatkan Erling Haaland mengucapkan dua kalimat syahadat juga memunculkan keraguan. Banyak warganet menilai video tersebut merupakan hasil editan, sehingga tidak dapat dijadikan bukti yang sah.
Berangkat dari rasa penasaran tersebut, menarik untuk melihat bagaimana komposisi populasi muslim di negara-negara peserta Piala Dunia 2026. Data berikut disusun berdasarkan informasi yang tercantum di Wikipedia dan dihimpun pada Kamis, 9 Juli 2026.
Negara Peserta Piala Dunia 2026 dengan Populasi Muslim Terbesar
Negara dengan persentase populasi muslim tertinggi adalah Aljazair dengan 99,6 persen. Di bawahnya terdapat Irak (99 persen), Maroko (99 persen), Tunisia (99 persen), Iran (98,5 persen), Turki (98 persen), Yordania (97,2 persen), Senegal (97 persen), Uzbekistan (96 persen), Mesir (95 persen), Arab Saudi (93 persen), dan Qatar (77,5 persen).Di kawasan Eropa, Bosnia dan Herzegovina menjadi negara dengan mayoritas penduduk muslim, yakni 51 persen.
Sementara itu, sejumlah negara lain memiliki populasi muslim yang cukup signifikan, seperti Pantai Gading (42,5 persen), Ghana (19,9 persen), Prancis (10 persen), Austria (8,3 persen), Belgia (8 persen), Swedia (8 persen), Jerman (6,6 persen), Inggris (6,5 persen), Belanda (6 persen), dan Swiss (6 persen).
Negara dengan Populasi Muslim Rendah
Beberapa negara peserta memiliki populasi muslim di bawah lima persen, di antaranya Kanada (4,9 persen), Australia (3,2 persen), Amerika Serikat (3 persen), Argentina (3 persen), Skotlandia (2,2 persen), Afrika Selatan (2 persen), Tanjung Verde (2 persen), Selandia Baru (1,5 persen), Kroasia (1,5 persen), CuraƧao (1 persen), Panama (0,7 persen), Brasil (0,7 persen), Portugal (0,6 persen), Korea Selatan (0,32 persen), Jepang (0,3 persen), Uruguay (0,3 persen), Ceko (0,2 persen), Kolombia (0,2 persen), Ekuador (0,13 persen), Haiti (0,1 persen), Paraguay (0,02 persen), dan Meksiko (0,01 persen).Fenomena Menarik di Luar Lapangan
Data tersebut menunjukkan bahwa Piala Dunia 2026 mempertemukan negara-negara dengan latar belakang budaya dan agama yang sangat beragam. Ada negara yang hampir seluruh penduduknya beragama Islam, namun ada pula yang jumlah muslimnya sangat kecil.Keberagaman inilah yang membuat Piala Dunia menjadi lebih dari sekadar kompetisi olahraga. Turnamen terbesar sepak bola dunia juga menjadi ruang pertemuan berbagai bangsa, budaya, bahasa, dan keyakinan.
Meski demikian, penting untuk membedakan antara fakta yang dapat diverifikasi dengan informasi yang hanya beredar di media sosial. Klaim mengenai agama seorang pemain sebaiknya merujuk pada pernyataan resmi atau pengakuan langsung dari yang bersangkutan, bukan berdasarkan video atau unggahan yang belum terbukti kebenarannya.
Dengan demikian, pembahasan mengenai Islam dan Piala Dunia 2026 akan lebih menarik apabila didasarkan pada data kependudukan maupun informasi yang telah terverifikasi, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman atau penyebaran informasi yang keliru.***
Sumber data: Wikipedia (persentase populasi muslim di masing-masing negara, dihimpun pada 9 Juli 2026).
