Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Sukses Turnamen Sepakbola Bumdes Cup 2020, sinergikan warga Desa Pusakamulya

Purwakarta Online - Sukses turnamen sepakbola Bumdes Cup 2020 Desa Pusakamulya membuat banyak pihak yang optimis, tahun depan akan dilaksanakan kembali dan akan dipersiapkan lebih matang. Sebagaimana diungkap salah satu panitia, Himan Budiansyah kepada Purwakarta Online.

Turnamen Bumdes Cup 2020, berhasil mensinergikan berbagai unsur masyarakat desa di Pusakamulya. Pemuda, petani, pengusaha, Pemerintah dan unsur lainnya.

Hari Minggu kemarin (11/10/2020), Bumdes Cup 2020 berakhir dengan mengukuhkan tim 'Arema' sebagai juara 1. Setelah menumbangkan Barca lewat adu penalti.

Turnamen Bumdes Cup 2020 sangat sukses!

Turnamen yang diselenggarakan oleh Bumdes Pusaka Bersatu dan Karang Taruna menjadi ujung tombak sebagai Panitia Pelaksana ini menjadi ajang hiburan bagi warga desa saat pandemi. Tidak disangka, acara berlangsung sangat sukses dan meriah, berjalan aman tanpa ada keributan dan sangat menghibur.

Irpan Gunawan, Sekretaris Bumdes Pusaka Bersatu menjawab pertanyaan netizen di laman facebooknya. Dalam turnamen Bumdes Cup 2020, top skor tidak masuk kategori, namun dalam setiap pertandingan pencetak gol langsung diberi hadiah berupa uang tunai.

"...untuk top skor tidak di kategorikan kang , karna yang cetak gol langsung di kasih bonus donatur," jawab Irvan Gunawan (12/10/2020).

Beberapa fakta Bumdes Cup 2020

  • Diselenggarakan oleh Bumdes Pusaka Bersatu Desa Pusakamulya
  • Karang Taruna sebagai ujung tombak, berperan sebagai Panitia Pelaksana
  • Pemain berusia 30 tahun keatas
  • Pemain khusus warga Desa Pusakamulya
  • Tim dicampur dari berbagai Dusun di Desa Pusakamulya
  • Nama tim diambil dari nama-nama klub sepakbola terkenal di dunia dan nasional
  • Arema menjadi juara 1
  • Barca juara 2
  • Pencetak gol diberi hadiah langsung oleh donatur
  • Dua tim paling awal tersisih ngotot ingin bermain di 'final', sehingga panitia mengakomodirnya dengan play-sex atau perebutan gelar Raja Kutik
  • Dua tim tersebut adalah MU yang diisi oleh para Petani dan tim yang diisi oleh para pengurus Bumdes.
  • Pertandingan Piala Raja Kutik diselenggarakan di hari H pertandingan Bumdes Cup, sebagai pertandingan pembuka di puncak acara final Bumdes Cup 2020
  • Piala Raja Kutik memperebutkan piala dan hadiah uang tunai Rp. 2.500.000,- nominalnya lebih besar dari Juara 1 Bumdes Cup 2020.
  • Juara 1 Bumdes Cup mendapat hadiah Piala dan Uang Pembinaan Rp. 2.000.000,-
  • Juara 2 Bumdes Cup 2020, mendapat piala dan uang pembinaan sejumlah Rp. 1.500.000,-
  • Bumdes Cup 2020 diselenggarakan untuk menghibur warga desa ditengah tekanan pandemi Covid-19.
  • Selama pergelaran turnamen Pusaka Street Percusion meramaikan acara dengan tabuhan drum layaknya di stadion dalam pertandingan besar.
  • Lanay, artis dangdut pria yang juga merupakan legenda sepakbola Pusakamulya menghibur peserta dan penonton dengan lagu-lagu dangdut lawas saat sebelum pertandingan dan saat istirahat babak pertama serta usai pertandingan.


Berikut adalah beberapa dokumentasi Turnamen Bumdes Cup 2020 yang berhasil Purwakarta Online himpun.

Pidato Kepala Desa Pusakamulya

Setelah selesai pertandingan Piala Raja Kutik antara para petani dan pengurus Bumdes, Kepala Desa Pusakamulya, Ahmad Hendri menyampaikan pidato dan arahan kepada dua tim yang akan melangsungkan pertandingan final Bumdes Cup yaitu Arema dan Barca. 


Piala Raja Kutik

Pertandingan piala raja kutik diikuti oleh dua tim yang paling awal tersingkir di Bumdes Cup 2020, yakni timnya para petani melawan timnya pengurus Bumdes. Pertandingan berjalan seru, namun aroma bercanda tidak lepas sepanjang pertarungan Piala Raja Kutik.

Bahkan sejak sesi pemotretan sebelum bertanding, pemain dari kedua tim ini tertangkap kamera terlibat saling pelorot celana. Info lengkap klik disini, atau bisa disimak di video cuplikan berikut ini:


Lanay hibur pemain dan penonton

Lanay atau Yana Mulyana menghibur pemain dan penonton dari pinggir lapangan sepakbola, beberapa lagu dangdut lawas ia lantunkan setiap ada kesempatan. Di masa istirahat babak pertama, ia menyanyikan lagu Anggur Merah dari Meggi Z.

Lanay, selain merupakan seorang artis ia juga merupakan legenda sepakbola Desa Pusakamulya. Bermain sebagai winger, dikenal memiliki speed dan dribbling yang cepat. Ia termasuk pemain langka di dunia, yang berhasil mencetak gol dari tendangan pojok.


Pusaka Street Percussion

Akan sangat sepi dan kurang meriah jika pertandingan sepakbola berlangsung tanpa tabuhan drum atau alat musik perkusi. Beruntung, di Desa Pusakamulya ada segerombol anak muda yang yang dikenal dengan sebutan Pusaka Street Percusion yang kerap hadir 'membisingkan' lapangan sepakbola.


Berikut beberapa foto-foto yang berhasil dihimpun

Camat Kiarapedes, H. Diaudin, M.Si., secara simbolis memberikan hadiah kepada Juara 1 Bumdes Cup 2020


Sesi pemotretan setiap akan bertanding


Hadirkan wasit profesional

Klub diisi pemain lokal desa

Pemuda tani dan karang taruna ber-selfie dalam sebuah momen pertandingan. Bumdes Cup 2020 mensinergikan berbagai unsur masyarakat