Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Gandeng Malaysia, Indonesia Dorong Desa Wisata dan Pendidikan Pemuda Perdesaan

Penandatanganan MoU dengan Malaysia

Desa Wisata dan Pemuda Jadi Bagian Kerja Sama Indonesia-Malaysia

MangEnjang.com - Kerja sama Indonesia dan Malaysia di bidang pembangunan desa punya cakupan yang cukup luas. Tidak hanya produk unggulan dan ekspor, desa wisata hingga pendidikan vokasi pemuda juga masuk dalam agenda bersama.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia Ahmad Zahid Hamidi.

Penandatanganan berlangsung di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Dalam kerja sama tersebut, kedua negara sepakat mendorong pengembangan ekowisata dan agrowisata perdesaan. Potensi desa diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang melibatkan masyarakat setempat.

Peluang lainnya ada di sektor pemuda.

Indonesia dan Malaysia memasukkan pendidikan serta pelatihan vokasi dan teknis bagi pemuda desa sebagai salah satu bidang kerja sama.

Artinya, pembangunan desa tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik atau ekonomi, tetapi juga peningkatan kemampuan masyarakat yang menjadi penggeraknya.

Yandri mengatakan kerja sama dengan Malaysia juga dapat diarahkan untuk pengembangan desa wisata melalui promosi dan kunjungan wisatawan dari kedua negara.

Konsep tersebut tentu menarik bagi daerah yang memiliki potensi wisata berbasis alam dan budaya, termasuk Purwakarta.

Purwakarta memiliki sejumlah kawasan perdesaan dengan potensi wisata alam, pertanian, kuliner dan budaya. Jika nantinya ada program turunan yang melibatkan daerah, penguatan promosi dan kapasitas pengelola desa wisata bisa menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan.

Namun, kerja sama ini masih berada pada tahap awal. Kedua negara akan membentuk Tim Kerja untuk menyusun dan memastikan program turunannya dapat dilaksanakan.

Selain pariwisata dan pendidikan, pengentasan kemiskinan juga menjadi bagian dari lingkup kerja sama.

Kemendes PDT menyebut masih terdapat pekerjaan besar dalam pembangunan desa. Dari total 75.266 desa, masih ada desa yang masuk kategori tertinggal dan sangat tertinggal.

Karena itu, keberhasilan kerja sama nantinya tidak cukup diukur dari banyaknya agenda atau kunjungan. Hal yang lebih penting adalah apakah program tersebut mampu meningkatkan kapasitas warga, membuka kesempatan ekonomi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Pada akhirnya, MoU Indonesia-Malaysia ini baru menjadi langkah awal. Pekerjaan besarnya justru berada pada tahap implementasi.***

Disclaimer: 

Data jumlah desa dan ruang lingkup kerja sama dalam artikel ini merujuk pada informasi yang diberikan terkait agenda Kemendes PDT dan Pemerintah Malaysia pada 17 September 2026. Pelaksanaan program di daerah masih menunggu tindak lanjut dan keputusan teknis dari pemerintah.