Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Menguak Sejarah Tradisi Gunting Pita: Dari Pernikahan Eropa Hingga Roncean Melati Nusantara

Gunting pita
MangEnjang.com - Pernah Nggak Kalian Merasa Penasaran, Tiap Kali Ada Peresmian Toko Baru, Gedung Bertingkat, Atau Bahkan Jalan Tol, Kenapa Harus Ada Acara Gunting Pita? Momen Ceklek-Ceklek Pake Gunting Raksasa Ini Terasa Sangat Ikonik Dan Seolah Wajib Hukumnya. Tapi, Dari Mana Sebenarnya Asal-Usul Tradisi Ini, Dan Kenapa Bisa Melekat Banget Di Indonesia?

Yuk, Kita Ngobrol Santai Sambil Mengupas Sejarah Panjang Di Balik Potongan Pita Tersebut!

1. Siapa yang Pertama Kali Memulainya?

Kalau Bicara Soal Akar Sejarahnya, Tradisi Ini Ternyata Bukan Berasal Dari Acara Bisnis Maupun Pemerintahan, Melainkan Dari Ritual Pernikahan Tradisional Di Eropa.

Pada Abad Ke-19, Masyarakat Di Prancis Dan Italia Punya Kebiasaan Membentangkan Pita Di Depan Jalur Pengantin. Pengantin Wanita (Atau Bersama Ayahnya) Harus Memotong Pita Tersebut Sebelum Melangkah Ke Altar. Ini Dilakukan Sebagai Simbol Pelepasan Dari Masa Lalu Dan Keberanian Menembus Rintangan Demi Menuju Hidup Baru.

2. Kapan Bergeser Menjadi Peresmian Bisnis?

Pergeseran Dari Acara Pernikahan Menjadi Peresmian Proyek Terjadi Di Amerika Serikat Pada Akhir Abad Ke-19.

Catatan Sejarah Mencatat Event Resmi Pertama Penggunaan Pita Peresmian Terjadi Pada Tahun 1898 Saat Pembukaan Jalur Kereta Api Di Louisiana, AS. Saat Itu, Pita Direntangkan Di Depan Jalur Kereta Dan Dipotong Sebagai Simbol Bahwa Jalur Tersebut Resmi Diberdayakan Untuk Publik Serta Bebas Dari Penghalang Fisik.

Memasuki Abad Ke-20, Ritual Ini Makin Populer Ke Seluruh Dunia Karena Memberikan Efek Visual Yang Sangat Jelas Bagi Media Massa Maupun Penonton Yang Hadir.

3. Kenapa Bisa Sangat Populer di Indonesia?

Masuknya Tradisi Ini Ke Indonesia Punya Jalur Yang Cukup Panjang:
  • Warisan Kolonial Belanda: Pemerintah Kolonial Bawa Protokol Pembukaan Infrastruktur Ala Eropa Ini Ke Hindia Belanda Saat Meresmikan Gedung Pemerintah, Jembatan, Dan Stasiun Kereta.
  • Standarisasi Protokol Kenegaraan: Pasca Kemerdekaan, Terutama Di Era Pembangunan Masif Orde Baru, Pemerintah Membutuhkan Simbol Seremonial Yang Seragam Serta Mudah Dipahami Masyarakat Saat Pejabat Meresmikan Proyek Nasional.
  • Akulturasi Lokal (Khas Indonesia!): Ini Bagian Paling Uniknya. Orang Indonesia Tidak Telan Mentah-Mentah Tradisi Barat Ini. Pita Kain Biasa Sering Dipadu Atau Diganti Dengan Roncean Bunga Melati. Selain Itu, Acara Gunting Pita Hampir Selalu Dipadukan Dengan Potong Tumpeng Dan Doa Bersama.
"Pengguntingan pita umumnya dilakukan oleh pemimpin atau pejabat tertinggi sebagai simbol kepercayaan serta tanggung jawab kepada masyarakat luas. Kehadiran tokoh penting ini memperkuat citra dan memberikan nilai lebih bagi penyelenggaraan peresmian," catat laporan RRI mengenai makna simbolis di balik seremoni ini.

Makna Filosofis: Bukan Sekadar Gaya-Gayaan

Ternyata, Memotong Pita Punya Makna Psikologis Dan Simbolis Yang Mendalam:
  • Membuka Penghalang: Pita Melambangkan Rintangan. Memotongnya Berarti Kita Siap Membuka Akses Dan Mengatasi Semua Hambatan Di Masa Depan.
  • Awal Babak Baru: Tindakan Ini Menandai Bahwa Kerja Keras Tahap Pembangunan Telah Selesai, Dan Tahap Pengoperasian Resmi Dimulai.
Jadi, Setiap Kali Kalian Melihat Seseorang Memegang Gunting Raksasa Di Depan Roncean Melati, Ingatlah Bahwa Kalian Sedang Menyaksikan Perpaduan Antara Tradisi Pernikahan Eropa Abad Ke-19 Dan Nilai-Nilai Kebaikan Budaya Nusantara!***

Disclaimer: 

Artikel feature sejarah ini disusun berdasarkan kompilasi data sejarah umum dan catatan publikasi riset kebudayaan. Informasi disajikan untuk tujuan edukasi dan informasi umum.