Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Saling tahdzir antar Tokoh Wahabi

yazid-jawas-rodja-tahdzir-salafi-wahabi-syaikh-robi
Ustad Yazid Jawas disebut Salafi 


KALAU WAHABI ITU BENAR MAKA PASTI TIDAK AKAN SALING TAHDZIR

Berikut Pernyataan Syaikh Robi tentang Radio Rodja

1. Asy-Syaikh Rabi’ berkata, “Barangsiapa yang masih menghormati manhaj dan aqidahnya maka hendaknya dia tidak mendengar mereka (radio Rodja), adapun barangsiapa yang tidak menghormati manhaj dan aqidahnya, maka silakan dia mendengarkannya.”

2. Asy-Syaikh Rabi’ berkata, “Aku nasehatkan kepada ikhwah agar menjauhkan diri dari mendengarkan radio Rodja.”

3. Kemudian beliau (asy-Syaikh Rabi’) mengingatkan kami dengan atsar dari Ayyub as-Sakhtiyani dan Muhammad bin Sirin tentang sikap tidak mau mendengar ucapan ahlul bid’ah.

Yaitu tatkala ada seorang ahlul bid’ah mengatakan kepadanya, “Aku akan bacakan kepadamu satu ayat.” Maka keduanya menjawab, “Tidak.”

4. Kitab-kitab salaf sudah mencukupi kita dari mendengarkan radio Rodja dan segala isinya.

5. Radio Rodja menyebabkan terjadinya perselisihan antar salafiyyin. maka beliau memerintahkan untuk meninggalkannya.

6. Ihyaut Turats, ‘Ali Hasan, dan Abul Hasan, adalah di antara pihak-pihak yang paling keras permusuhannya terhadap ahlus sunnah.

7. Orang-orang awam tetap harus diperingatkan dari bahaya radio Rodja. Karena salaf dulu juga mentahdzir orang awam dari bahaya ahlul bid’ah.

8. Tentang Yazid Abdul Qadir Jawwas, salah satu tokoh besar Rodja

Asy-Syaikh Rabi’ menyatakan bahwa Yazid hanya sekedar memakai baju salafiyyah. 

Beliau tidak ridho kalau dikatakan Yazid adalah salafi, ataupun salafi goncang.

9. Tentang Turut Andilnya asy-Syaikh ‘Abdurrazzaq di radio Rodja

Asy-Syaikh Rabi’ menegaskan bahwa hal ini tidaklah menjadi justifikasi (pembenaran) untuk mendengarkan Rodja.

Kata beliau, asy-Syaikh ‘Abdurrazzaq tertipu dengan mereka (para turatsiyyin).

10. Tentang Para Pengisi di Radio Rodja

Ketika disebutkan, bahwa para pengisi Rodja menetapkan manhaj salaf.

Maka asy-Syaikh Rabi’ menjelaskan bahwa urusan mentabdi’ seseorang tidak musti bahwa semua yang ada pada diri si mubtadi‘ bertentangan dengan manhaj salaf.

Dan kondisinya jelas seratus persen ibarat matahari seperti Safar, Salman, ‘Ali Hasan, dan Abul Hasan. 

Ya’qub bin Syaibah dibid’ahkan oleh para ‘ulama hanya karena satu perkara. 

Seseorang terkadang keluar dari salafiyyah karena satu perkara!!

Sumber: facebook