Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Guru Gembul Jelaskan Pandangannya Tentang Jejak Sejarah dan Pengaruh Masyarakat Yahudi di Dunia: Karakteristik, Ekonomi, dan Sentimen Anti-Yahudi

guru-gembul-yahudi-sejarah-karakter-ekonomi-sentimen-anti-semit
Guru Gembul bahas Yahudi
MANGENJANG.COM - Pada 14 Mei 2021, channel YouTube Guru Gembul mengunggah sebuah video yang membahas sejarah perjalanan bangsa Israel, yang pada awalnya dipercayai sebagai bangsa pilihan Tuhan. Dalam video tersebut, diuraikan bagaimana bangsa ini melalui perjalanan yang penuh tantangan dan kontroversi sepanjang sejarahnya.

Terdapat 4 poin utama dari uraian Guru Gembul dalam video tersebut, yaitu:

1. Sejarah Masyarakat Yahudi

Teks ini menjelaskan sejarah awal masyarakat Yahudi, termasuk penaklukan tanah Kanaan dan pemerintahan Raja Daud dan Raja Sulaiman.

2. Karakteristik Masyarakat Yahudi

Teks tersebut menguraikan karakteristik khas masyarakat Yahudi, seperti keyakinan akan munculnya Mesias, fasisme religius (ide mengenai mereka sebagai bangsa pilihan Tuhan), dan pemikiran konspirasi yang berkembang selama masa penganiayaan.

3. Peran dalam Ekonomi

Teks menjelaskan peran masyarakat Yahudi dalam sejarah ekonomi, termasuk dominasi dalam perdagangan dan sistem keuangan, seperti bank dan penggunaan chek dalam transaksi keuangan.

4. Sentimen Anti-Yahudi

Teks tersebut menyatakan bahwa karakteristik dan peran sejarah ini mungkin telah mempengaruhi sikap beberapa bangsa terhadap masyarakat Yahudi, termasuk sentimen anti-Yahudi, konspirasi, dan tindakan persekusi.

Untuk lebih jelasnya inilah uraian Guru Gembul mengenai Yahudi selengkapnya:

Di grup pilot channel kemarin, saya berjumpa dengan seseorang yang biasa dikenal sebagai orang Wahabi. Hidayah. Dia berbicara kepada saya bahwa orang-orang Yahudi telah membentuk Syiah. Jadi, Syiah itu dibuat oleh orang-orang Yahudi untuk menghancurkan Islam dari dalam. Jadi, walaupun Syi'ah itu nampak seperti orang-orang Islam, perilakunya, bahkan caranya berpakaiannya, lebih mirip orang Yahudi daripada orang Islam. Ia akan katakan dia seperti itu. Kemudian, dia menunjukkan beberapa artikel dan video yang mendukung argumennya.

Kemudian, di waktu yang lain dan di tempat yang lain, saya berjumpa dengan seorang teman yang merupakan orang Syiah. Dia justru berbicara bahwa orang Saudi adalah buatan Yahudi, bahwa orang-orang Saudi adalah agen Yahudi untuk memecah belah Islam dari dalam. Karena jika Islam bersatu, orang Israel akan ditendang jauh dari Timur Tengah. Enggak ada tempat buat mereka. Nah, agar tidak seperti itu, maka Islam harus dipecah belah. Bagaimana Islam dipecah belah? Harus diciptakan satu agen dari orang-orang Islam untuk melindungi sesak ini. Sesaat ini. Sesaat ini. Sesaat ini. Sesaat, dan setelah dituduh semuanya sesatkan akhirnya berebut satu sama lain, tidak bersatu. 

Nah, itulah tujuan Wahabi didirikan. Itu adalah agen dari Yahudi. Makanya, kata dia, walaupun orang-orang Saudi itu menduduki ini sesaat itu sesat dan sebagainya, tapi mereka berpelukan, bercengkrama dengan baik dengan Amerika Serikat dan Yahudi. Nah, mari kita abaikan dulu obrolan itu. Maksud saya adalah, kenapa segala sesuatu yang terkait dengan kejahatan, konspirasi busuk, dan sebagainya, itu selalu bermuara pada yang namanya Yahudi. Sedikit-sedikit Yahudi ada di film ini, Yahudi ada belum itu, Yahudi iklan ini, hati-hati Yahudi, dan sebagainya. Kenapa harus selalu Yahudi?

Ternyata apa-apa Yahudi itu bukan hanya terjadi pada kita, orang Indonesia, atau kita orang-orang Islam di seluruh dunia. Penyakitnya memang selalu sama, bahkan Korea Selatan, yang tidak memiliki latar historis untuk membenci mereka, membenci mereka habis-habisan. Kemudian, lupa walaupun menjadi benua yang sering menjadi barometer kemanusiaan, dan sebagainya, dibutuhkan satu undang-undang yang eksplisit yang harus menyebut bahwa kita tidak boleh anti-Yahudi. 

Kenapa ada undang-undang seperti itu? Karena kebanyakan orang disarankan yang membenci Yahudi, Hitler membenci Yahudi itu karena dia didoktrin, diajari untuk membenci Yahudi, dan orang yang mengajarkannya itu adalah sebagian besar orang-orang di Eropa. Jadi, pertanyaannya adalah seperti ini. Baraya, kalau ada satu bangsa yang membenci bangsa yang lain, mungkin itu wajar. Tetapi kalau satu bangsa dibenci oleh bangsa-bangsa lain di seluruh dunia, kita harus membuka pikiran bahwa jangan-jangan memang ada satu karakter khas yang buruk yang dimiliki oleh bangsa itu sehingga dia bisa dibenci oleh sejumlah banyak bangsa di dunia. Kita akan menjadikan ini sebagai kajian di episode ini.

Hai, biasanya ternyata. Hai, bro. Hai. Suatu kali dalam visinya, Ibrahim mendapati dirinya berbincang dengan Tuhan, yang Tuhan katakan adalah, "Wahai Ibrahim, dengarkan baik-baik perjanjian ini. Itu tanah adalah tanah milik kamu dan keluarga kamu, tanah yang terbentang dari Sungai Nil sampai Sungai Efrat, sungainya orang-orang Kenny." 

Ibrahim pada waktu itu begitu senang, begitu gembira, dan kemudian mewartakan ini secara turun temurun kepada garis keturunannya. Yang uniknya adalah bahwa tanah itu adalah tanah paling subur di Timur Tengah. Ya, tentu saja, kita tidak bisa membandingkannya dengan tanah Jawa, yang jauh lebih subur, tetapi dibandingkan wilayah-wilayah di Timur Tengah, itu adalah tanah yang paling subur, dengan iklim yang paling baik dan paling memadai, yang panasnya tidak kebangetan banget.

Dan yang lebih anehnya lagi adalah secara kebetulan bahwa tanah itu juga adalah tanah paling strategis, karena menghubungkan tiga benua sekaligus, Asia, Afrika, dan Eropa, dan menghubungkan tiga peradaban besar di masa lampau: kebudayaan Yunani kuno di Eropa, kemudian Mesopotamia dan Mesir di Afrika. Nah, penunjukan tanah itu sebagai hak milik dari keturunan Ibrahim itu kemudian diperkuat ketika Ibrahim punya anak Ishak, dan Ishak punya anak Yakub. Yakub berketurunan 12, karena memiliki empat orang istri dari keturunan-keturunan. Inilah kemudian berdiri yang namanya dinasti Israel, karena Yakub telah bergumul dengan Allah dan dia menang, maka dia menjadi Israel. Inilah yang namanya 12 suku Israel, orang-orang Israel yang jumlahnya mulai makin lama makin banyak, itu berasal dari 12 ini.

Selalu berobsesi untuk mendapatkan tanah yang ada di tanah situ, yang disebutkan dalam perjanjian Tuhan. Dan bukan hanya ingin menempati daerah itu, mereka selalu ingin menguasainya, karena menurut mereka ini adalah tanah yang dijanjikan. Maka mereka melakukan tindakan kekejaman, kadang-kadang kekerasan, perampokan, dan sebagainya, hanya demi memastikan bahwa tanah ini adalah tanah milik mereka. Tidak semua orang Israel melakukan cara yang keji, tetapi banyak di antara mereka yang melakukannya, karena percaya bahwa Tuhan memang menganugerahkan tanah itu untuk mereka.

Waktu berjalan, semakin lama semakin banyak, dan sampai akhirnya Daud menjadi raja pemersatu Israel yang pertama. Sesungguhnya, Daud itu tidak kuat banget pada waktu itu, dia berhasil membuat sebuah benteng untuk Jerusalem, ya, tapi kecil sekali wilayahnya hanya cukup untuk sekitar 2000 pemukim saja. Tapi kan itu rintisan, itu lumayan, orang-orang Yahudi sangat senang dan sangat geli dengan kekuasaan Daud. Yang luar biasanya lagi adalah Daud kemudian mewarisi, ama wariskan tahtanya itu kepada Sulaiman, atau Raja Salomo. Nah, di bawah pimpinan Raja Sulaiman yang sangat luar biasa ini...

I will ayah kekuasaan Israel terbentang sesuai dengan yang dijanjikan Tuhan, dari Sungai Nil sampai Sungai Efrat, wilayah Israel yang awalnya kecil sekali itu tiba-tiba menjadi sangat besar, dan orang-orang Israel, untuk pertama kalinya, bukan hanya bersatu, tetapi menguasai bangsa-bangsa yang ada di sekitarnya. Sulaiman sendiri, sampai sekarang, masih dinobatkan sebagai salah satu raja terkaya sepanjang sejarah, bahkan jauh lebih kaya dibandingkan orang-orang kaya zaman sekarang. Namun, kejayaan Israel itu tidak bertahan lama. 

Setelah Sulaiman meninggal, tidak ada raja-raja kuat yang bisa memiliki kewibawaan sebesar dia. Akibatnya, Israel pecah menjadi dua kerajaan: Israel dan kerajaan Yehuda. Dan dua kerajaan ini pun pada akhirnya ditaklukkan oleh kerajaan-kerajaan yang lain, satu oleh kerajaan kejadian Mesopotamia, dan yang lain dihabisi oleh orang-orang Persia. Tak lama setelah itu, orang-orang Yahudi menghadapi genosida besar-besaran, pengusiran, pembantaian, pemusnahan etnis, dan sebagainya. Mereka harus lari tunggang-langgang ke berbagai wilayah di segala penjuru dunia untuk bisa mempertahankan diri mereka.

Dan di masa inilah orang-orang Yahudi kemudian mengembangkan satu sistem teologi yang menjadikan mereka semakin berbeda dengan bangsa yang lain. Pertama, mereka mulai berpikir soal Messias, ayat-ayat atau dalil-dalil tentang Mesias yang orang-orang Yahudi yang dikatakan sebagai keturunan Daud dan sebagainya. Itu lahir di masa pembuangan ini. Ini sebenarnya adalah wujud dari rasa keinginan mereka yang sangat mendalam untuk kembali ke tanah yang dijanjikan Tuhan untuk mereka. 

Tapi mereka tidak berdaya, maka mereka selalu membayangkan bahwa suatu masa depan akan ada orang yang mengembalikan hak mereka ke tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan Tuhan untuk mereka. Tetapi di masa pembuangan itu, karakteristik orang Yahudi yang khas juga terbentuk. Dan inilah berikutnya yang menjadi alasan kenapa dia dibenci oleh bangsa-bangsa selain di seluruh dunia.

Apa itu satu yang saya sebut dengan istilah fasisme religius? Jadi, atau maksudnya fasisme religius. Jadi, ini sebenarnya adalah istilah saya sendiri. Barangnya tidak ada di kampus manapun, tetapi saya jelaskan begini: ada sekelompok masyarakat di dunia yang percaya bahwa mereka itu adalah bangsa pilihan Tuhan. Ini urusannya dirinya dengan Tuhan. Jadi, mereka rasialis, tapi rasialis itu bisa mengikuti pakunya dengan Tuhan. 

"Kami adalah ras terbaik, karena kami pilihan Tuhan, rasul-rasul, nabi-nabi, riwayat-riwayat dari Tuhan langsung, itu diberikan secara eksklusif dan monopolistik kepada kami. Tidak ada satupun bangsa di dunia yang mendapatkan wahyu. Tidak ada satupun bangsa di dunia yang mendapatkan nabi. Tidak ada satupun risalah dari Tuhan yang diberikan kepada bangsa-bangsa yang lain. Semuanya hak eksklusif kami."

Dan inilah yang pada akhirnya menciptakan salah satu karakter orang Yahudi yang tidak disukai oleh bangsa lain, bahwa orang-orang Yahudi itu acap merendahkan martabat bangsa-bangsa yang lain. Hanya gara-gara mereka berbeda bangsa atau berbeda bahasa. Bahkan ketika orang-orang Yahudi ada di tempat pembuangan dan mereka menjadi minoritas, mereka tetap akan membayangkan bahwa orang-orang yang ada disekelilingnya, orang-orang goyim, orang-orang non-Yahudi, itu adalah orang-orang yang tidak bisa dipercaya. Maka sistem hukum mereka pun menjadi dualisme. 

Misalkan, orang Yahudi sama orang Yahudi yang lain, kalau bisnis, misalkan minjam duit, dan sebagainya, enggak pakai bunga, haram. Tapi kalau ke bangsa yang lain, wajib pakai bunga. Hehehe. Itu yang pertama. Kemudian, karakteristik yang kedua adalah orang-orang Yahudi itu terbiasa untuk mendapatkan ancaman genosida, pengusiran, pembantaian, pemerkosaan, penjarahan, dan sebagainya, sehingga mereka seringkali menciptakan sistem konspirasi.

Jadi, mereka sering membuat jalur-jalur konspirasi yang hanya dipahami oleh kelompok mereka sendiri. Bagaimana caranya menciptakan konspirasi, gerakan bawah tanah yang tidak disadari oleh orang lain, tidak diketahui? Mereka menciptakan kode-kode rahasia sendiri, sehingga mereka bisa bertahan. Jadi ketika nanti orang-orang Kristen, misalkan, menghadapi, kok tiba-tiba ada gereja setan, kok tiba-tiba ada konspirasi, misalkan Freemason, dan sebagainya. Kenapa bisa seperti itu? Karena orang-orang Yahudi yang pertama berusaha untuk mempertahankan keyakinannya, walaupun secara sembunyi-sembunyi. Itu menciptakan sekte-sekte rahasia, sekte-sekte yang kemudian berpengaruh terhadap orang-orang Kristen.

Kemudian, alasan yang ketiga adalah penguasaan ekonomi. Alasan yang sama yang membuat mereka berkonspirasi di dalam adalah alasan yang sama yang mendorong mereka untuk terlibat secara aktif di dunia ekonomi. Karena kalau mereka sudah tidak boleh lagi memiliki tanah, maka mereka tidak memiliki jalan lain untuk hidup selain jadi pedagang. Ceritanya di masa lalu, itu kekayaan seseorang itu didasarkan pada kepemilikan tanah. Kan zaman feodal. Nah, tanah orang Yahudi itu pasti diambil sama orang lain. Maka adaptasinya adalah mereka jadi jago dagang. Dan yang lebih liarnya lagi adalah ternyata dominasi orang-orang Yahudi dalam ekonomi global itu terjadi dan difasilitasi oleh orang-orang Islam.

Jadi, ceritanya begini: Baraya, di masa lampau, tidak ada bangsa yang dipercaya oleh orang Yahudi, kecuali orang Islam. Karena sistem teologi Islam dan Yahudi itu mirip sekali, hampir sama, maka orang-orang Yahudi itu memperbaiki orang-orang Islam. Dan demikian pula sebaliknya. Di masa misalkan khalifah-khalifah Abbasiyah, siapapun khalifah-nya, menteri ekonominya pasti orang Yahudi. Ini pasti begitu, atau hampir pasti begitu. Nah, karena itu, orang-orang Yahudi itu terbiasa megang uang. Ketika ada pasar, orang-orang Yahudi akan jadi tukang dagang emas. 

Nah, tukang dagang emas inilah yang kemudian menciptakan bank-bank paling kuno di dunia. Jadi, bank-bank yang kita kenal sekarang itu adalah bangsa dari kebudayaan Islam, tetapi yang menjalankannya itu adalah orang-orang Yahudi. Bahkan kata cek itu diambil dari bahasa Arab, artinya sakkan. Orang-orang Yahudi dulu, kalau dagang emas, identik, ngasih cek. Itu sebagai tanda bahwa kamu memiliki jaminan emas. Di sana, gitu. Inilah yang nanti memunculkan teori konspirasi soal mata uang kertas dan sebagainya. Panjang, dan sudah pernah kita bahas.

Intinya, orang-orang Yahudi menjadi pemegang otoritas atas keuangan global, seperti yang kita kenal sekarang itu, dimulai dari sistem kekhalifahan di zaman Abbasiyah yang memanjakan orang-orang Yahudi dengan fasilitas-fasilitas ekonomi, karena orang Yahudi jago ekonomi. Kenapa orang lebih jago ekonomi, jago dagang? Karena tanah-tanah mereka dirampas. Alasan sederhananya kurang lebihnya seperti itu.

Dan ketika Islamnya runtuh, orang-orang Yahudi pindah ke Eropa dan tetap memegang kekuasaan atas uang, sampai zaman sekarang. SMP Eropa itu menghadapi Renaisans, Aufklärung, kemudian Revolusi Industri, dan sebagainya. Semua ekonomi, ekonomi, atau sebagian besar ekonomi itu dipegang oleh orang-orang Yahudi. Sekarang, Baraya, bayangkan kondisinya. Satu, ada orang nonpribumi, orang itu Yahudi, ngobrol dengan bahasa Yahudi, dan sebagainya, bukan orang sini, tetapi mereka sangat kaya raya, mengatur ekonomi, dan melakukan hal-hal yang terkait dengan intervensi terhadap negara, terhadap kebijakan, apa, dan sebagainya. Kalau kondisinya seperti itu, maka pasti bangsa manapun akan benci sama orang ini.

Inilah pula yang akhirnya menciptakan sebuah citra bahwa orang-orang Yahudi itu adalah latar dari semua masalah. Kalau ada krisis ekonomi besar-besaran, yang menjadi penyebabnya itu pasti adalah orang Yahudi. Yang rasis, nggak peduli soal bangsa lain. Kemudian mereka menguasai perekonomian, dan mereka suka menciptakan konspirasi. Walaupun orang Yahudi tidak melakukan itu, tetapi kalau ada orang yang berpikir secara sana, pasti yang wajar. Tapi ingat, latar mereka yang berkarakter seperti itu, itu sangat masuk akal. Karena sepanjang sejarah mereka dibunuh, menjadi sasaran genosida. 

Dan kalau mereka tidak melakukan sistem seperti yang mereka lakukan sekarang, mungkin mereka sudah punah selama-lamanya, gitu. Dan ya, sebagai akhir dari video ini, saya ingin katakan bahwa, Baraya, sebenarnya saya menyimpan banyak sekali petunjuk di video ini bahwa saya tidak sedang berbicara secara eksklusif tentang orang-orang Yahudi. Karakter-karakter yang saya sampaikan itu bisa dilakukan oleh bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. Ia akan bahkan mungkin berani juga sudah mulai curiga bahwa saya berbicara tentang orang yang sangat dekat dengan kita. Ternyata kita pun, kalau ada dalam kondisi yang sama seperti orang-orang Yahudi, kita juga akan memiliki karakter yang sama seperti mereka.***