Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

GURU GEMBUL: Kisah Kelam PT Garuda Indonesia dan Korupsi dalam BUMN

guru-gembul-korupsi-bumn-garuda-indonesia-skandal
Guru Gembul bahas korupsi BUMN dan Garuda
MANGENJANG.COM - Korupsi merupakan salah satu masalah serius yang telah menggerogoti sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia selama beberapa dekade terakhir. Salah satu BUMN yang terkenal dengan sejarah kerugian dan kontroversi korupsi adalah PT Garuda Indonesia. Dalam sebuah unggahan video di YouTube dengan judul "MENGAPA PT GARUDA INDONESIA RUGI TERUS? : PENYAKIT BUMN" pada 17 Oktober 2023, Guru Gembul, seorang komentator yang terkenal, menyoroti isu ini.

Sejarah PT Garuda Indonesia

PT Garuda Indonesia memiliki sejarah panjang yang bermula dari zaman Hindia Belanda. Perusahaan ini awalnya adalah perusahaan Hindia Belanda yang kemudian dinasionalisasi pada tahun 1947. Pada tahun 1949, namanya diubah menjadi Indonesia Airlines, yang kemudian menjadi Garuda Indonesia Airlines beberapa bulan kemudian. Namun, masa revolusi fisik dan perjuangan kemerdekaan membuat perusahaan ini berjalan dengan keterbatasan.

Pada tahun 1968, hingga 1984, PT Garuda Indonesia dipimpin oleh Pak Wiweko Supomo, seorang pemimpin yang berhasil mengubah perusahaan menjadi salah satu maskapai terbaik di dunia. Namun, setelah masa kepemimpinan Pak Wiweko, PT Garuda Indonesia mengalami penurunan kinerja yang signifikan.

Penyebab Kerugian Garuda Indonesia

Kerugian PT Garuda Indonesia selama beberapa dekade terjadi karena berbagai faktor yang kompleks. Beberapa faktor utama yang menyebabkan kerugian ini antara lain:

1. Manajemen yang Buruk

Banyak orang yang ditunjuk dalam manajemen PT Garuda Indonesia bukanlah ahli di bidang penerbangan. Sebagian besar di antaranya adalah orang-orang yang mendapat posisi karena kedekatan dengan politikus, termasuk keluarga Cendana. Dengan manajemen yang tidak berkompeten, perusahaan kesulitan untuk mengelola asetnya dengan baik.

2. Korupsi dalam Jual Beli Pesawat

Transaksi jual beli pesawat sering kali melibatkan mark-up harga, dan uang hasilnya masuk ke kantong pribadi. Praktik ini merugikan perusahaan dan membuat biaya operasional semakin tinggi.

3. Rute Penerbangan yang Merugikan

Garuda Indonesia sering kali memilih rute penerbangan yang tidak menguntungkan. Keputusan ini tidak didasarkan pada analisis dan penelitian yang tepat, melainkan karena tekanan politik atau kepentingan pribadi.

4. Kelebihan Pegawai

PT Garuda Indonesia memiliki lebih banyak pegawai daripada yang sebenarnya diperlukan. Bahkan pegawai yang seharusnya tidak memiliki kualifikasi di bidang penerbangan diterima, mengakibatkan kualitas layanan dan efisiensi perusahaan menurun.

5. Keterlibatan Pemerintah

Selama Orde Baru, pemerintah sering kali campur tangan dalam urusan Garuda Indonesia untuk memenuhi kepentingan politik dan pribadi. Keputusan yang tidak rasional sering kali diambil tanpa pertimbangan yang memadai.

Perubahan Positif dan Kontroversi Terbaru

PT Garuda Indonesia mengalami perbaikan sejak tahun 2009 hingga 2014 di bawah kepemimpinan Pak Emir Syah. Namun, keberhasilan tersebut tidak bertahan lama. Pada Kuartal kedua tahun 2014, perusahaan mengalami penurunan keuntungan yang tajam, yang kemudian disusul dengan pengunduran diri Pak Emir Syah. Pengunduran diri ini menuai kontroversi, karena kemungkinan keterlibatan dalam kasus korupsi yang mengakibatkan kerugian besar.

Kesimpulan

Sejarah PT Garuda Indonesia adalah cerminan nyata dari permasalahan yang dihadapi oleh banyak BUMN di Indonesia. Manajemen yang buruk, korupsi, penempatan pegawai yang tidak berkompeten, dan campur tangan pemerintah telah menyebabkan kerugian yang terus berlanjut. Meskipun ada upaya perbaikan, tantangan besar masih ada di depan.

Pertanyaan yang tetap muncul adalah apakah PT Garuda Indonesia akan mampu keluar dari bayang-bayang kerugian dan kontroversi korupsi yang telah menghantuinya selama bertahun-tahun. Semoga perubahan positif dapat terus mewarnai perjalanan BUMN ini untuk menjadi perusahaan yang efisien, berkompeten, dan penuh integritas.***